Warga Diminta Pro-Aktif. Lapor Jika Ada DBD
Lubukbasung, kaba12.com --- Masyarakat kabupaten Agam diminta pro-aktif menyampaikan informasi pada dinas kesehatan Agam jika ada kasus-kasus penyakit menular dan berbahaya jika berkembang ditengah masyarakat.
Termasuk kasus demam berdarah dangue(DBD) yang kini jadi pusat perhatian khususnya yanh kini terjadi di Bawan kecamatan Ampek Nagari.
Mengantisipasi merebaknya penyakit berbahaya itu, pihak Dinkes Agam bersama tim puskesmas Bawan Senin kemarib sudah melakukan pengasapan dan penyemprotan pertama dan akan diulang sepekan kedepan.
Hal itu disebutkan Dr. H. Hendri Rusdian, M, Kes, Kabid. P2P Dinkes Agam menindakkanjuti program antisipasi penyebaran penyakit menular dan berbahaya khususnya demam berdarah di wilayah Ampek Nagari, dimana tercatat sudah 8 warga terserang DBD dan kini sudah dinyatakan pulih.
Disebutkan dr. Hendri Rusdian, masyarakat diminta pro aktif, tidak hanya melaporkan pada jajaran Dinkes Agam jika ada kasus-kasus penyakit seperti DBD itu, tapi masyarakat juga diharapkan bisa pro aktif menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.
Termasuk mengantisipasi DBD, masyarakat dituntut bisa menjaga lingkungan besar, menguras bak mandi secara rutin, menabur kabur anti jentik nyamuk, dan tidak membiarkan air tergenang.
Khusus di Pasar Bawan, disebutkan Hendri Rusdian, pihaknya akan melakukan fogging kedua sepekan kedepan, untuk memastikan nyamuk aides aygepti penyebab DBD tidak berkembang," itu sesuai ketentuan yang ada dalam upaya mengantisipasi berkembangnya nyamuk penyebab DBD itu, " ulas Hendri Rusdian.
Kasus DBD sendiri di kabupaten Agam relatif rendah, dan kembali mencuat sebelah 8 warga Pasar Bawan terserang DBD dan kini sudah dinyatakan pulih setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
(Harmen)
Termasuk kasus demam berdarah dangue(DBD) yang kini jadi pusat perhatian khususnya yanh kini terjadi di Bawan kecamatan Ampek Nagari.
Mengantisipasi merebaknya penyakit berbahaya itu, pihak Dinkes Agam bersama tim puskesmas Bawan Senin kemarib sudah melakukan pengasapan dan penyemprotan pertama dan akan diulang sepekan kedepan.
Hal itu disebutkan Dr. H. Hendri Rusdian, M, Kes, Kabid. P2P Dinkes Agam menindakkanjuti program antisipasi penyebaran penyakit menular dan berbahaya khususnya demam berdarah di wilayah Ampek Nagari, dimana tercatat sudah 8 warga terserang DBD dan kini sudah dinyatakan pulih.
Disebutkan dr. Hendri Rusdian, masyarakat diminta pro aktif, tidak hanya melaporkan pada jajaran Dinkes Agam jika ada kasus-kasus penyakit seperti DBD itu, tapi masyarakat juga diharapkan bisa pro aktif menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan.
Termasuk mengantisipasi DBD, masyarakat dituntut bisa menjaga lingkungan besar, menguras bak mandi secara rutin, menabur kabur anti jentik nyamuk, dan tidak membiarkan air tergenang.
Khusus di Pasar Bawan, disebutkan Hendri Rusdian, pihaknya akan melakukan fogging kedua sepekan kedepan, untuk memastikan nyamuk aides aygepti penyebab DBD tidak berkembang," itu sesuai ketentuan yang ada dalam upaya mengantisipasi berkembangnya nyamuk penyebab DBD itu, " ulas Hendri Rusdian.
Kasus DBD sendiri di kabupaten Agam relatif rendah, dan kembali mencuat sebelah 8 warga Pasar Bawan terserang DBD dan kini sudah dinyatakan pulih setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
(Harmen)
Tidak ada komentar: