Header Ads

DPRD Fasilitasi Negosiasi Pedagang-Pemko Bukittinggi



Bukittinggi, KABA12.com Keluhan pedagang Pasa Ateh yang merasa tidak ada komunikasi dengan pemko sejak tiga bulan terakhir, kembali terakomodir.
DPRD Bukittinggi, memfasilitasi pertemuan kembali pedagang dengan pemerintah kota, di gedung DPRD, Jumat (02/03).

Rapat kerja dan pertemuan tersebut, dipimpin langsung Ketua DPRD, Beny Yusrial didampingi Wakil Ketua, H. Trismon, dihadiri Sekdako Yuen Karnova, Ketua TP4D, Alexander, sejumlah anggota dewan, OPD terkait dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, beberapa keluhan dikemukakan oleh perwakilan pedagang.

Yulius Rustam, selaku Ketua tim negosiasi TP4B menilai pemko seperti jalan sendiri dan tidak menggandeng lagi pedagang untuk pembicaraan terkait pembangunan lanjutan. Pedagang pun keberatan untuk dibangunnya penampungan di Jalan Kumango dan Belakang Pasar.

Selain itu, pedagang mempertanyakan landasan Baznas untuk menetapkan 70 lebih nama yang akan menempati kios. Karena hal ini dapat memicu perpecahan para pedagang sendiri.

"Sudah tiga bulan tidak ada komunikasi lagi dengan pedagang. Kami keberatan untuk penampungan di Jalan Kumango dan Belakang Pasar. Kami meminta sisa penampungan dapat dibangun di Jalan Minangkabau dan Ahmad Yani. Sementara itu, kami pertanyakan sikap Baznas yang tiba-tiba mengumumkan 70 lebih nama pedagang untuk menempati kios yang sudah dibangun Baznas," jelasnya.

Sekda Bukittinggi, Yuen Karnova menjelaskan proses komunikasi terus berlanjut. Pemko selalu terbuka untuk segala masukan dari pedagang sendiri dan membantah adanya penetapan sepihak.

"Tidak ada penetapan sepihak, kami dari pemko selalu terbuka dan apapun yang dikerjakan saat ini, merupakan hasil pembicaraan bersama dengan pedagang," tegasnya.

Terkait lanjutan penampungan, lanjut Yuen, sampai sekarang, pemko tidak mengizinkan Jalan Minangkabau dan Jalan Ahmad Yani untuk pembangunan penampungan. Karena lokasi itu banyak fungsi untuk kepentingan masyarakat lainnya. Lanjutan kios penampungan akan dibangun di Jalan Kumango dan Belakang Pasar.

"Untuk membantu pedagang nantinya, seluruh akses menuju pasar, khususnya di Pasar Lereng akses juga akan dibuka," ungkapnya.

Ketua Baznas Bukittinggi, Prof. A. Rahman Ritonga menjelaskan, untuk permasalahan Baznas, bantuan diberikan kepada korban kebakaran Pasar Atas khusus lantai dua yang tergolong mustahiq. Keputusan Baznas seluruh Sumbar untuk membantu musibah pasar dengan membangun kios, terkumpul dana dan dapat membantu untuk pembanhunan 76 kios.

"Kami di Baznas membantu 76 kios. Mustahiq yang kami bantu merupakan hasil verifikasi tim terhadap pedagang yang ada di lantai dua. Sementara, untuk penempatannya nanti, kami serahkan ke pemko, yang direncanakan sesuai jenis dagangannya," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bukittinggi, Beny Yusrial menanggapi pertemuan ini, atas nama lembaga legislatif merekomendasikan kepada pemerintah kota untuk segera melakukan pembicaraan kembali dengan tim negosiasi P4B. Seluruh masukan dan hasil pertemuan tentu sudah dirangkum oleh Sekda dan tim, untuk dapat disampaikan kepada Walikota.

"Kami DPRD rekomendasikan kepada pemko untuk segera mengadakan pertemuan lanjutan dengan tim negosiasi P4B dan juga dihadiri Walikota. Sehingga nantinya didapat titik temu dan solusi dari permasalahan ini," jelasnya.

(Ophik)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.