Header Ads

Walikota : Pegawai Resto dan Cafe Akan Dilatih Tanggap Kebakaran


Bukittinggi, KABA12.com --- Musibah kebakaran yang melanda CK Center Selasa (06/02) pagi menjadi pelajaran bagi seluruh pihak. Selain mengantisipasi seluruh aspek yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran, pegawai restoran atau rumah makan juga harus tanggap dalam bertindak memadamkan api.

Hal ini mendapat perhatian Walikota Bukittinggi. Dimana kedepan akan ada pelatihan khusus yang dikoordinir oleh Dinas Pemadam Kebakaran Bukittinggi. Karena, dari kejadian yang menimpa CK Center diketahui ada pegawai yang menginap untuk menjaga, namun karena panik, upaya pemadaman tidak dapat dilakukan maksimal.

Baca Juga : CK Center Membara

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan, informasi yang didapat memang terdapat dua pegawai yang menginap di CK. Namun saat melihat ada api, mereka panik dan tidak tanggap dengan upaya pemadaman awal.

"Ini jadi pelajaran bagi kita semua. Kedepan pemko akan segera melakukan pelatihan bagi pegawai restoran, rumah makan dan cafe, terutama yang menginap di tempat mereka bekerja. Pelatihan yang akan diberikan bagaimana mereka dapat tanggap melakukan langkah cepat dan langkah awal sebagai upaya memadamkan api, termasuk menghubungi pemadam," jelasnya didampingi Wakil Walikota Irwandi,  Sekda Yuen Karnova dan Kadis Pemadam Kebakaran, Martius Bayu.

Sehingga, lanjut Wako, para pegawai restoran, rumah makan dan cafe dapat mengantisipasi awal, minimal sampai petugas pemadam datang ke lokasi. Upaya ini dilakukan agar api tidak cepat menyebar dan membakar seluruh bangunan sehingga kerugian pun dapat diminimalisir.

Pemadam kebakaran akan menjadi leading sector dalam pelatihan nanti. Sosialisasi sudah terus berjalan. Bahkan hingga kepada anak usia dini dan terjun ke lapangan seperti perkantoran. Namun kedepan akan diprogramkan pelatihan untuk restoran, rumah makan dan cafe.

"Pelatihan bisa saja seperti bagaimana mengantisipasi kebakaran atau langkah awal pemadaman api yang berasal dari bocornya slang gas, konsleting arus listrik. Cara pemadaman dengan kain basah, APAR atau racun api dan segala bentuk upaya lainnya. Sehingga kerugian yang diakibatkan karena kebakaran pun dapat dikurangi," pungkasnya.

(Ophik)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.