Danau Maninjau Kembali Tebar Bau Busuk, Potensi Ikan Mati Tinggi
Maninjau, kaba12.com --- Danau Maninjau kembali tebar bau busuk menyengat menyusul kembali matinya ikan-ikan dalam danau baik dalam karamba jaring apung maupun ikan dalam danau.
Saat ini permukaan danau Maninjau sudah memutih karena jutaan bangkai ikan yang mengapung dan menyebar ke tepian danau.
Hingga Selasa, (6/2) tercatat sudah 86 ton ikan budidaya KJA yang mati dan jumlah ini diyakinkan masih akan bertambah karena potensi angin kencang masih tinggi diiringi cuaca panas yang rentan memicu mengapungnya endapan bekas pakan ikan yang kini jadi racun mematikan bagi biota danau Maninjau.
Kawasan yang kini terancam keracunan terutama Sungai Batang, Sigiran, Tanjung Sani dan titik lain sebelah Selatan danau Maninjau.
Dilain pihak di bagian Utara danau seperti Muko-Muko, Koto Malintang, Bayua dan Maninjau sudah memutih akibat bangkai ikan yang mengapung dan menebar bau busuk menyengat.
amat Tanjung Raya Handria Asmi waktu dikonfirmasi kaba12.com membenarkan bahwa saat ini potensi ikan mati masih sangat tinggi karena tekanan angin masih kencang dan pergerakannya merata di sepanjang danau.
Dijelaskan, pihaknya mencatat sekitar 86 ton ikan yang sudah mati milik warga yang menggarap KJA diluar ikan dalam danau.
Camat Tanjung Raya itu juga menghimbau warga khususnya pemilik KJA tidak lagi turun ke danau mengelola keramba karena bulan-bulan ini jadi siklus berbahaya bagi danau Maninjau bahkan jadi jadual rutin kematian ikan danau Maninjau.
Handria Asmi menyebut masih melihat perkembangan di lapangan terkait langkah yang akan diambil termasuk pembersihan bangkai ikan yang mati.
"Kami sudah himbau pemilik KJA tidak membuang bangkai ikan ke dalam danau dan pembersihan harus dengan menguburkan bangkai-bangkai ikan itu," ulas camat.
otensi ikan mati di danau Maninjau sendiri saat ini masih sangat tinggi dan dikuatirkan jumlah tonase ikan yang mati makin bertambah banyak.
Kembali matinya ikan budidaya dan dalam danau yang menjadi jadwal rutin seiring tingginya tekanan angin di wilayah salingka danau Maninjau.
Kasus rutin kematian ikan danau Maninjau itu bukti lain tidak berhasilnya program #save Maninjau yang dibentuk bupati Agam, instruksi pengurangan jumlah KJA saja diabaikan masyarakat, termasuk tak jelasnya konsentrasi kegiatan #save Maninjau.
(Harmen)
Tidak ada komentar: