Cuaca Ekstrem Warga Agam Diminta Waspada
Lubukbasung, kaba12.com --- Cuaca ekstrem dan kerap berubah berpotensi memicu bencana.
Masyarakat kabupaten Agam dihimbau waspada meyikapi berbagai kemungkinan termasuk ancaman banjir dan tanah longsor, pasalnya wilayah Agam dikenal sebagai kawasan rawan beragam ancaman bencana.
Himbauan itu disampaikan kepala BPBD Agam M. Lutfie AR menyikapi kondisi cuaca dan beberapa musibah yang mulai melanda masyarakat Agam salah satunya bencana banjir bandang d Palupuah.
Disebutkan M. Lutfie cuaca panas dan tiba-tiba berubah hujan dengan itensitas tinggi kerap memicu longsor dan banjir, karena kondisi tanah yang labil dan mayoritas kawasan di kabupaten Agam khususnya areal hutan sudsh keropos karena sering ditebangi, membuat daerah Agam dikenal rentan dilanda bencana.
" Kami himbau masyarakat waspada terhadap berbagai kemungkinan, karena musibah bisa datang dan terjadi dalam waktu dan lokasi yang tak terduga, kewaspadaan adalah kunci, " sebut kepala BPBD Agam itu lagi.
Informasi yang diperoleh kaba12.com beberapa wokayah yang dideteksi rawan bencana terutama longsor dan banjir, dan nagari di kabupaten, terakhir di Palupuah Sabtu kemarin, banjir besar merusak lebih dari 5 hektar lahan persawahan warga, ruas jalan dipenuhi material banjir, termasuk rumah dan mesjid digenangi banjir.
(Harmen)
Masyarakat kabupaten Agam dihimbau waspada meyikapi berbagai kemungkinan termasuk ancaman banjir dan tanah longsor, pasalnya wilayah Agam dikenal sebagai kawasan rawan beragam ancaman bencana.
Himbauan itu disampaikan kepala BPBD Agam M. Lutfie AR menyikapi kondisi cuaca dan beberapa musibah yang mulai melanda masyarakat Agam salah satunya bencana banjir bandang d Palupuah.
Disebutkan M. Lutfie cuaca panas dan tiba-tiba berubah hujan dengan itensitas tinggi kerap memicu longsor dan banjir, karena kondisi tanah yang labil dan mayoritas kawasan di kabupaten Agam khususnya areal hutan sudsh keropos karena sering ditebangi, membuat daerah Agam dikenal rentan dilanda bencana.
" Kami himbau masyarakat waspada terhadap berbagai kemungkinan, karena musibah bisa datang dan terjadi dalam waktu dan lokasi yang tak terduga, kewaspadaan adalah kunci, " sebut kepala BPBD Agam itu lagi.
Informasi yang diperoleh kaba12.com beberapa wokayah yang dideteksi rawan bencana terutama longsor dan banjir, dan nagari di kabupaten, terakhir di Palupuah Sabtu kemarin, banjir besar merusak lebih dari 5 hektar lahan persawahan warga, ruas jalan dipenuhi material banjir, termasuk rumah dan mesjid digenangi banjir.
(Harmen)
Tidak ada komentar: