Header Ads

Antisipasi Merebaknya DBD Pasar Bawan Fogging

Bawan, kaba12.com --- Mengantisipasi makin merebaknya kasus demam berdarah dangue (BDB) di wilayah Bawan, kecamatan Ampek Nagari, Senin, (12/2) digelar operasi penyemprotan kawasan yang ditengarai tempat bersarangnya nyamuk aides aigepty penyebar DBD oleh tim Dinas Kesehatan Agam dan puskesmas Bawan.

Fogging yang dikonsentrasikan di Pasar Bawan, Ampek Nagari, Senin pagi ini, untuk mengantisipasi merebaknya kasus DBD di wilayah itu menyusul 8 warga terserang penyakit berbahaya itu, namun kondisinya sudah pulih dan sudah dibawa pulang setelah menjalani perawatan di RSUD. Lubukbasung.
Seperti dijelaskan Eky Marlinda, Kasi PNM Kecamatan Ampek Nagari menjawab kaba12.com Senin pagi.

Disebutkan, tim fogging dari Dinkes Agam sudah langsung bergerak menyemprot kawasan Pasar Bawan untuk membunuh jentik nyamuk yang bersarang di berbagai tempat.
Fogging itu disebutkan Eky Marlinda bisa efektif untuk mengantisipasi merebaknya kasus demam berdarah di wilayah itu menyusul sudah jatuhnya korban 8 orang warga yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit namun kini kondisinya sudah membaik,

" kita mengantisipasi merebaknya DBD ditengah masyarakat dan fogging salah satu upaya yang dilakukan, "sebut Kasi. PNM itu lagi.

Secara terpisah, Kabid. P2P Dinkes Agam dr. Hendri Rusdian, menyebutkan, fogging langkah antisipasi penyebaran DPD dan Dinkes Agam secara khusus memantau kawasan yang terkena DBD itu.

Wilayah Bawan, sebut Hendri Rusdian, khususnya Pasar Bawan menjadi kawasan pusat perhatian karena potensi berkembangnya DBD tinggi, selain kawasan pasar, juga kemungkinan banyak tempat berkembangnya nyamuk yang tidak dibersihkan.

" Kita upayakan fogging dan sosialisasi intensif pada masyarakat dengan membersihkan lingkungan dan membuang tempat-tempat berkembangnya nyamuk dan rutin membersihkan bak mandi serta penampungan air, kita intensifkan sosialisasi pada masyarakat, " jelas Hendri Rusdian.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, kasus DBD di Bawan beberapa waktu belakangan meningkat bahkan 8 warga sempat terserang namun kini kondisnya sudah pulih

(Harmen)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.