Header Ads

Tritura ke 52, Waspada Munculnya Paham Komunis Baru

Bukittinggi, KABA12.com --- Tokoh pejuang angkatan 66, Provinsi Sumbar, Pemko serta Unsur Forkopimda Bukittinggi, sejumlah tokoh masyarakat, pimpinan parpol dan puluhan pelajar SMAN se derajat se kota Bukittinggi mengikuti peringatan Tritura ke 52. Kegiatan yang berkaitan erat dengan salah satu sejarah Indonesia ini dilaksanakan di Istana Bung Hatta, Senin (15/01).

Ketua panitia peringatan Tritura 52, H. Masfar Rasyid, SH menyampaikan, Tritura jatuh pada tanggal 10 Januari 1966. Untuk Bukittinggi sendiri, sejarah perjuangan Tritura ini telah difasilitasi dengan adanya Monumen 66 yang dibangun pada tahun 2015 atas prakarsa pemko dan DPRD saat itu.

"Terima kasih kepada pemerintah dan tokohnya saat itu. Kedepan kami berharap, kawasan monumen 66 dapat lebih dikembangkan menjadi taman representatif, agar lebih menarik dan menjadi sarana untuk mengenang jasa pejuang angkatan 66, sebagai salah satu perjalanan negara," ungkapnya.

Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan momentum ini menjadi salah satu bukti Bukittinggi sebagai kota perjuangan. Pemko siap mendukung seluruh kegiatan terkait sejarah perjuangan. Hal ini pun harus dipahami generasi muda sebagai salah satu bagian dari sejarah Indonesia.

"Jangan lupa hargai para pejuang. Jangan malas mempelajari sejarah. Ini harus ditularkan kepada generasi muda. Kami pun berkeinginan agar tugu Sjafrudin Prawiranegara juga ada di Bukittinggi, sebagai salah satu bukti kota ini pernah menjadi ibukota negara pada zaman PDRI," ungkapnya.

Terkait tema "Tingkatkan kewaspadaan agar tidak muncul paham komunis gaya baru, demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera adil dan makmur", Ramlan berharap agar masyarakat Bukittinggi pun tidak terpecah belah dengan adanya kepentingan segelintir oknum.

Sementara itu, Gubernur Sumbar diwakili Kepala Badan Kesbangpol provinsi, Nazwir, SH, M. Hum menyampaikan, Tritura merupakan tanggungjawab pemuda terhadap bangsa dan negara. Ini harus dipertahankan dan menjadi penyemangat untuk pemuda dalam membangun masa depan bangsa yang lebiih adil dan sejahtera.

"Peringatan Tritura ke 52 jangan hanya ceremonial saja. Namun sebagai momen menyatukan kebersamaan berlandaskan Pancasila dan UUD 45. Pemuda harus jadi pelopor untuk menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan," ujarnya.

(Ophik)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.