Pemko Terus Beri Perhatian ke BPR Jam Gadang
Bukittinggi, KABA12.com --- Sejak disahkan menjadi Badan Usaha Milik Daerah Bukittinggi, PT. BPR Jam Gadang semakin mendapat perhatian dari pemerintah. Setelah dianggarkan penambahan modal Rp 5 milyar di tahun 2018 ini, pemko berniat untuk mengganti kantor BPR Jam Gadang.
Hal ini diungkapkan Walikota, saat melakukan peninjauan langsung ke BPR Jam Gadang, Pakan Kurai, Kamis (04/01). Kedatangan orang nomor satu di Bukittinggi itu disambut hangat direktur utama bersama sejumlah karyawan BPR Jam Gadang.
Feri Rahman, Dirut BPR Jam Gadang menjelaskan, saat ini terdapat 19 orang pegawai. Selama 2017 lalu, nasabah bertambah sekitar 2900 orang. Kedepan akan diupayakan penambahan nasabah dan mendapat keuntungan agar menjadi penghasil daerah dari sisi PAD.
"Alhamdulillah kami merasa diperhatikan. Setelah 11 tahun berdiri, kehadiran Walikota pagi ini sangat memotivasi kami. BPR Jam Gadang akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah dan meraih kepercayaan masyarakat," ujarnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa pemko Bukittinggi sudah menambah modal Rp 5 milyar di tahun 2018 ini. Untuk itu BPR Jam Gadang harus semakin giat meningkatlkan jumlah nasabah.
"Sebagai pegawai bank harus punya analisa tajam. Uang boleh dikreditkan untuk belanja modal. Jangan sampai untuk bayar utang, nanti bisa jadi kredit macet. Pertahankan nasabah utama. Karena BPR harus dapat membantu perekonomian masyarakat," jelasnya.
Pemko akan terus membantu sosialisasi terkait BPR Jam Gadang sebagai BUMD milik pemerintah Bukittinggi. Masyarakat diimbau untuk menyimpan uangnya di BPR Jam Gadang dan dapat memanfaatkan BPR sebagai perbankan untuk meningkatkan perekonomian.
"Kita akan sosialisasikan kepada masyarakat bahwa BPR Jam Gadang merupakan BUMD milik pemko Bukittinggi. Penghematan atau efisiensi perlu dan keuntungan harus ditingkatkan. Kuncinya pelayanan dan kepercayaan," tegasnya.
Kedepan Walikota juga akan mempertimbangkan untuk mencari tempat representatif untuk BPR Jam Gadang. Sehingga seluruh pelayanan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
(Ophik)
Feri Rahman, Dirut BPR Jam Gadang menjelaskan, saat ini terdapat 19 orang pegawai. Selama 2017 lalu, nasabah bertambah sekitar 2900 orang. Kedepan akan diupayakan penambahan nasabah dan mendapat keuntungan agar menjadi penghasil daerah dari sisi PAD.
"Alhamdulillah kami merasa diperhatikan. Setelah 11 tahun berdiri, kehadiran Walikota pagi ini sangat memotivasi kami. BPR Jam Gadang akan terus berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi nasabah dan meraih kepercayaan masyarakat," ujarnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menjelaskan bahwa pemko Bukittinggi sudah menambah modal Rp 5 milyar di tahun 2018 ini. Untuk itu BPR Jam Gadang harus semakin giat meningkatlkan jumlah nasabah.
"Sebagai pegawai bank harus punya analisa tajam. Uang boleh dikreditkan untuk belanja modal. Jangan sampai untuk bayar utang, nanti bisa jadi kredit macet. Pertahankan nasabah utama. Karena BPR harus dapat membantu perekonomian masyarakat," jelasnya.
Pemko akan terus membantu sosialisasi terkait BPR Jam Gadang sebagai BUMD milik pemerintah Bukittinggi. Masyarakat diimbau untuk menyimpan uangnya di BPR Jam Gadang dan dapat memanfaatkan BPR sebagai perbankan untuk meningkatkan perekonomian.
"Kita akan sosialisasikan kepada masyarakat bahwa BPR Jam Gadang merupakan BUMD milik pemko Bukittinggi. Penghematan atau efisiensi perlu dan keuntungan harus ditingkatkan. Kuncinya pelayanan dan kepercayaan," tegasnya.
Kedepan Walikota juga akan mempertimbangkan untuk mencari tempat representatif untuk BPR Jam Gadang. Sehingga seluruh pelayanan dapat dilaksanakan dengan lebih baik.
(Ophik)
Tidak ada komentar: