Kehadiran PPDI Diapresiasi
Bukittinggi, KABA12.com --- Sejumlah perwakilan pengurus Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) cabang Bukittinggi temu ramah dengan Walikota dan Wakil Walikota didampingi beberapa kepala OPD. Pertemuan penuh keakraban itu dilaksanakan di Tugu Pahlawan Tak Dikenal, Selasa (09/01).
Ketua PPDI Bukittinggi, Ria Deviana menjelaskan PPDI merupakan wadah dari organisasi Difable, yang di Bukittinggi ada Pertuni dan Gerkatin serta beberapa organisasi lainnya. Saat ini PPDI Bukittinggi beranggotakan lebih kurang 80 orang.
"Kami hadir di Bukittinggi sebagai wadah bagi anggota difa. Kami siap membantu program pemerintah. Disisi lain kami pun mengapresiasi kinerja pemerintah di bawah kepemipinan Walikota dan Wakil Walikota yang telah menyediakan ruang bagi keluarga difable dalam pembangunan," jelasnya.
Ria melanjutkan, kedepan PPDI berharap pemko semakin memperhatikan keberadaan organisasi ini. Karena keluarga difa juga merupakan masyarakat Bukittinggi yang patut difasilitasi. "Kami pun tentu akan berbuat yang terbaik untuk Bukittinggi dengan hasil kreasi para keluarga difable," pungkasnya.
Sementara, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengapresasi keberadaan PPDI di Bukittinggi. Pemko pun akan melaksanakan pembangunan yang dapat dinikmati semua kalangan, termasuk pihak difable sendiri. Walaupun baru hadir dalam satu tahun terakhir, nama PPDI sudah mulai mengapung di kota Wisata ini dan ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan.
"Dalam pembangunan yang kita lakukan sudah diupayakan untuk memfasilitasi seluruh kalangan. Seperti pembangunan trotoar sudah ada guiding blok untuk teman tuna netra. Selain itu taman yang dibangun juga sudah diberikan akses untuk para difable. Namun mungkin belum maksimal. Kedepan masukan tentu akan lebih dimaksimalkan," ungkapnya.
Beberapa masukan yang diterima pemko dalam pertemuan singkat itu terkait tata letak guiding blok. Hal ini disampaikan agar para penyandang tuna netra dapat lebih aman dan terbantu saat melewati trotoar di sepanjang kota Bukittinggi.
(Ophik)
Ketua PPDI Bukittinggi, Ria Deviana menjelaskan PPDI merupakan wadah dari organisasi Difable, yang di Bukittinggi ada Pertuni dan Gerkatin serta beberapa organisasi lainnya. Saat ini PPDI Bukittinggi beranggotakan lebih kurang 80 orang.
"Kami hadir di Bukittinggi sebagai wadah bagi anggota difa. Kami siap membantu program pemerintah. Disisi lain kami pun mengapresiasi kinerja pemerintah di bawah kepemipinan Walikota dan Wakil Walikota yang telah menyediakan ruang bagi keluarga difable dalam pembangunan," jelasnya.
Ria melanjutkan, kedepan PPDI berharap pemko semakin memperhatikan keberadaan organisasi ini. Karena keluarga difa juga merupakan masyarakat Bukittinggi yang patut difasilitasi. "Kami pun tentu akan berbuat yang terbaik untuk Bukittinggi dengan hasil kreasi para keluarga difable," pungkasnya.
Sementara, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengapresasi keberadaan PPDI di Bukittinggi. Pemko pun akan melaksanakan pembangunan yang dapat dinikmati semua kalangan, termasuk pihak difable sendiri. Walaupun baru hadir dalam satu tahun terakhir, nama PPDI sudah mulai mengapung di kota Wisata ini dan ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan.
"Dalam pembangunan yang kita lakukan sudah diupayakan untuk memfasilitasi seluruh kalangan. Seperti pembangunan trotoar sudah ada guiding blok untuk teman tuna netra. Selain itu taman yang dibangun juga sudah diberikan akses untuk para difable. Namun mungkin belum maksimal. Kedepan masukan tentu akan lebih dimaksimalkan," ungkapnya.
Beberapa masukan yang diterima pemko dalam pertemuan singkat itu terkait tata letak guiding blok. Hal ini disampaikan agar para penyandang tuna netra dapat lebih aman dan terbantu saat melewati trotoar di sepanjang kota Bukittinggi.
(Ophik)
Tidak ada komentar: