Header Ads

Galian PDAM, DPRD Desak Pemko Minta Pertanggungjawaban Provinsi

Bukittinggi, KABA12.com --- Galian PDAM yang menyebar di sejumlah ruas, memang menjadi momok bagi pemandangan serta kenyamanan kota Bukittinggi. Galian yang belum diselesaikan, acap kali membahayakan pengedara yang melintas di jalan raya.

Hal ini mendapat sorotan wakil rakyat Bukittinggi. Ketua DPRD, Beny Yusrial mengungkapkan pekerjaan yang dibawahi balai provinsi itu, sudah meresahkan warga. Bahkan proyek yang telah dimulai awal tahun 2017 lalu, masih belum diaspal dan menyisakan kerikil di tengah jalan.

"Ini cukup mengkhawatirkan. Kami di dewan mendesak pemerintah kota agar meminta pertanggungjawaban kepada provinsi. Proyek ini sudah meresahkan, saat musim hujan, banyak kendaraan terperosok ke dalam galian. Sekarang timbunannya tidak sempurna dan mencoreng keindahan kota," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan memang akan mengirim surat laporan kepada provinsi. Karena memang saat ini pekerjaan itu menjadi tanggung jawab provinsi dan menggunakan dana APBN. Namun kedepan akan antisipasi untuk tidak terulang lagi.

"Kita akan lapor ke provinsi untuk untuk kondisi ini. Kedepan, segala bentuk pekerjaan di kota Bukittinggi, harus berkoordinasi dengan pemko. Kita di pemko yang akan langsung bertindak sebagai pengawas," tegasnya.

Pekerjaan galian PDAM sejak 2017 lalu selalu dikeluhkan warga. Bahkan saat event Internasional Tour de Singkarak lalu, kondisinya cukup mengkhawatirkan dan ditimbun sementara. Setelah itu mulai dikerjakan kembali, namun tidak maksimal. Kini material timbunannya berserakan di tengah jalan dan merusak pemandangan serta mengganggu kenyamanan pengguna jalan raya.

(Ophik)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.