Fraksi PPP Dorong Pendirian MTsN 3 Bukittinggi
Bukittinggi, KABA12.com --- Minat masyarakat untuk menyekolahkan anak mereka di Madrasah Tsanawiyah memang tergolong tinggi. Untuk itu sejumlah Niniak Mamak dan tokoh masyarakat mengusulkan pendirian MTsN 3 di Bukittinggi ini.
Niat baik tersebut mendapat dukungan penuh Fraksi PPP DPRD Bukittinggi. Gagasan pendirian MTsN 3 itupun langsung dikomunikasikan kepada Kementrian Agama Bukittinggi.
Ketua Fraksi PPP DPRD Bukittinggi, Drs.Rismaidi menjelaskan, fraksi PPP ingin mewujudkan Bukittinggi sebagai kota tujuan pendidikan agama. Usulan untuk mendirikan MTsN 3 perlu dipertimbangkan, memgingat beberapa tahun terakhir minat masyarakat cukup tinggi untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Tsanawiyah.
"Kita telah komunikasikan dengan Kakan Kemenag Kota Bukittinggi dan Kanwil Sumbar tentang usulan pendirian MTsN 3 tersebut. Karena tingginya minat masyarakat tentu tidak ada salahnya jika Madrasah Tsanawiyah diperbanyak di Bukittinggi ini. Upaya mewujudkan gagasan ini tinggal dukungan dan spirit dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemprov Sumbar,” ungkap Tuanku Rismaidi.
Sekretaris Fraksi PPP Dedi Fatria menambahkan dengan filosofi ABS-SBK tersebut, tentunya pendidikan keagamaan bisa lebih diperbanyak di kota ini. Bahkan bisa sampai ke tingkat perguruan tinggi.
“Karena itu, kita akan perjuangkan pendirian MTsN 3 ini sampai ke Kementerian Agama RI atau Kanwil Kemenag Sumbar terlebih dahulu. Perjuangan sampai ke Kemenag RI akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujar Dedi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Abrar Munanda menyambut baik gagasan masyarakat, Niniak Mamak dan Alim Ulama di Bukittinggi itu. Apalagi didukung juga oleh anggota DPRD, tentu upaya ini akan semakin kuat.
"Memang Bukittinggi sudah saatnya memiliki MTsN baru. Kami dari Kemenag Bukittinggi akan mencoba komunikasi ke Kanwil Kemenag Sumbar. Dengan pendirian MTsN baru (MTsN 3) ini, tentunya akan menambah Satker baru dan pembahasannya sampai ke tingkat pusat. Disamping itu, pendirian MTsN baru juga akan menambah guru dan pegawai baru. Kita juga sudah berkomunikasi dengan Fraksi PPP DPRD Bukittinggi. Kami Kemenag Bukittinggi sangat mengapresiasi dukungan dan aspirasi masyarakar itu,” jelas Abrar.
Abrar mengaku MTsN memiliki keterbatasan, sedangkan minat masyarakat tinggi. Namun niat baik ini akan diupayakan dengan menyusun tahapannya, salah satunya mencari lokasi di Bukittinggi ini.
(Ophik)
Niat baik tersebut mendapat dukungan penuh Fraksi PPP DPRD Bukittinggi. Gagasan pendirian MTsN 3 itupun langsung dikomunikasikan kepada Kementrian Agama Bukittinggi.
Ketua Fraksi PPP DPRD Bukittinggi, Drs.Rismaidi menjelaskan, fraksi PPP ingin mewujudkan Bukittinggi sebagai kota tujuan pendidikan agama. Usulan untuk mendirikan MTsN 3 perlu dipertimbangkan, memgingat beberapa tahun terakhir minat masyarakat cukup tinggi untuk menyekolahkan anaknya di Madrasah Tsanawiyah.
"Kita telah komunikasikan dengan Kakan Kemenag Kota Bukittinggi dan Kanwil Sumbar tentang usulan pendirian MTsN 3 tersebut. Karena tingginya minat masyarakat tentu tidak ada salahnya jika Madrasah Tsanawiyah diperbanyak di Bukittinggi ini. Upaya mewujudkan gagasan ini tinggal dukungan dan spirit dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemprov Sumbar,” ungkap Tuanku Rismaidi.
Sekretaris Fraksi PPP Dedi Fatria menambahkan dengan filosofi ABS-SBK tersebut, tentunya pendidikan keagamaan bisa lebih diperbanyak di kota ini. Bahkan bisa sampai ke tingkat perguruan tinggi.
“Karena itu, kita akan perjuangkan pendirian MTsN 3 ini sampai ke Kementerian Agama RI atau Kanwil Kemenag Sumbar terlebih dahulu. Perjuangan sampai ke Kemenag RI akan dilakukan dalam waktu dekat,” ujar Dedi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Abrar Munanda menyambut baik gagasan masyarakat, Niniak Mamak dan Alim Ulama di Bukittinggi itu. Apalagi didukung juga oleh anggota DPRD, tentu upaya ini akan semakin kuat.
"Memang Bukittinggi sudah saatnya memiliki MTsN baru. Kami dari Kemenag Bukittinggi akan mencoba komunikasi ke Kanwil Kemenag Sumbar. Dengan pendirian MTsN baru (MTsN 3) ini, tentunya akan menambah Satker baru dan pembahasannya sampai ke tingkat pusat. Disamping itu, pendirian MTsN baru juga akan menambah guru dan pegawai baru. Kita juga sudah berkomunikasi dengan Fraksi PPP DPRD Bukittinggi. Kami Kemenag Bukittinggi sangat mengapresiasi dukungan dan aspirasi masyarakar itu,” jelas Abrar.
Abrar mengaku MTsN memiliki keterbatasan, sedangkan minat masyarakat tinggi. Namun niat baik ini akan diupayakan dengan menyusun tahapannya, salah satunya mencari lokasi di Bukittinggi ini.
(Ophik)
Tidak ada komentar: